Labels

Minggu, 19 Agustus 2012

5 Serangga yang Suka Bersosial

Serangga merupakan makhluk hidup yang rentan terhadap kondisi cuaca dan aalam. Mereka dapat cepat mudah mati. Karena itu, mereka bersama-sama bergotong royong agar lebih kuat. Yuk kita lihat, 5 Serangga yang Suka Bersosial!
  
1. Rayap 

Rayap merupakan salah satu serangga sosial  mereka hidup dalam sebuah koloni  dari mulai koloni kecil sampai besar  mereka membangun sendiri sarang secara bersama. Di alam dalam ekosistem darat memiliki peranan penting sebagai pengurai sisa-sisa bahan organik yang berbahan karbon misalnya kayu-kayu kering. Sehingga menurut versi manusia rayap merupakan salah satu hama yang banyak merugikan karena sering memakan kayu yang sudah jadi bahan bangunan.Rayap memiliki kasta-kasta yang sangat lengkap mulai dari Ratu, pejantan, pekerja dan rayap penjaga. Pada saat awal musim hujan sebagian dari rayap akan memiliki sayap sehingga mereka berbondong-bondong keluar dari sarang yang ada di bawah tanah untuk terbang keluar  yang dinamakan dengan laron seperti yang sudah dibahas dalam fenomena fakta seputar laron dan rayap di awal musim hujan. Mereka yang selamat akan jadi ratu dan raja membentuk koloni baru dengan rencana masa depan  di tempat yang baru sebagai kelanjutan dari spesies mereka

2. Semut 
Semut termasuk ke dalam ordo Himenoptera bersama sama dengan tawon dan lebah . Memiliki puluhan ribu spesies pada umumnya semut merupakan  serangga sosial  yang hidup dalam koloni-koloni besar dengan sarang yang teratur tiap koloni memiliki ribuan ekor. Mereka memiliki strata sosial atau kasta yang mirip dengan rayap walau tidak memiliki kekerabatan dekat dengan rayap jadi dalam satu koloni memiliki ratu, semut jantan, semut pekerja dan penjaga sarang.

3. Lebah madu
Lebah dikenal dengan cara hidupnya yang berkelompok atau koloni lebah bisa hidup di semua jenis iklim yang ada di dunia kecuali di iklim kutub. Lebah hidup dalam koloni membentuk truktur sosial yang sangat teratur terdiri dari lebah ratu  berjenis kelamin betina penghasil telur, lebah jantan yang jumlahnya ratusan serta lebah pekerja yang merangkap penjaga yang bertugas mencari makanan yang terdiri dari nektar serta bertugas merawat anak-anak lebah.  Lebah pekerja juga terbagi dua macam tugas yaitu pertama yang mencari nektar  untuk kemudian dikumpulkan menjadi madu sebagai  persediaan makan semua penghuni koloni dan yang kedua yang merawat  ratu, telur dan larva. Dalam ekosistem lebah sangat penting sebagai perantara penyerbukan  atau pembuahan dari bunga jantan dan betina di samping kupu-kupu. Lebah sudah banyak di budi dayakan karena menghasilkan madu yang dikumpulkan di sarang sebagai persediaan koloni lebah, hasil sampingan yang lain adalah royal jeli  sarang lebah yang biasa disebut dengan lilin.
Sengatan lebah  yang berasal dari ekor lebah betina yang berfungsi untuk menyerang musuh lebah yang akan mengganggu sarang  sudah bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif sengat lebah. Misalnya untuk mengobati struk dan rematik.

4. Tawon sosial
Tawon memiliki ordo sama dengan  lebah dan semut sebagian tawon hidup soliter atau penyendiri sebagian lagi ada yang hidup sebagai serangga sosial.
Tawon soliter adalah sebagai parasit  untuk serangga lain tawon jenis ini memakan, nektar,  tumbuh -tumbuhan atau herbivora untuk tawon dewasa tapi tawon yang masih larva memakan daging sehingga hidup sebagai parasit pada inang yang ditempeli telur oleh tawon dewasa. Tawon sosial hidup dalam sebuah koloni yang terdiri dari ratu, tawon jantan, serta tawon betina. Beberapa tawon soliter yang  hidup di hutan dikenal karena sangat agresif dalam hal mempertahankan sarangnya.

Jadi bila ada mahluk hidup lain yang mendekati sarangnya mereka tidak segan segan akan menyerang dengan menggunakan sengat yang sangat beracun. Untuk tawon soliter sengat digunakan pula untuk melumpuhkan mangsa. Sudah tercatat di seluruh dunia ada 75.000 spesies tawon

5. Lebah Pembunuh (killer bees)
Lebah pembunuh  adalah hasi perkawinan silang antara lebah Eropa dengan lebah afrikanisasi adalah lebah  yang sangat agresif dalam menyerang serta menyengat mahluk lain yang dianggapnya akan membahayakan sarang dari koloni mereka. Disebut lebah pembunuh karena bila menyengat mereka akan mengerubuti lawan keroyokan gitu semacam tawuran sampai lawan tak berdaya dan tidak sedikit korban nyawa pada manusia. Lebah hasi persilangan dari  lebah Afrika dan Eropa  ini Habitat asal Brazi karena tidak disengaja terlepas di Brazil  dan sudah menyebar ke Amerika tengah dan utara . Lebah pembunuh  mempunyai tingkat produktifitas dalam menghasilkan madu paling tinggi dari semua jenis lebah. Warna tubuh gelap dibanding dengan lebah madu biasa yang lebih jinak tubuhnya lebih besar dibanding lebah madu.
Di indonesia lebah madu  yang agresif seperti ini hidup di hutan hutan tropis sehingga sering disebut lebah hutan  sangat poroduktif` menghasilkan madu tapi karena liar dan agresifnya belum bisa di budidayakan. Yang dikenal dengan nama tawon odeng (sunda),muanyi(Kalimantan) tawon gong (jawa) labah gadang(sumatra barat)  warnanya lebih gelap. Tapi perbedaannya bila mereka meyerang pengganggu sarang hanya akan mengirim beberapa lebah penjaga saja untuk menghalau pendatang tidak seperti lebah pembunuh yang akan menyerang sebanyak ribuan ekor hampir semua isi koloni menyerang semua.

Source : http://www.gurubelajar.com/2012/06/lima-macam-serangga-sosial.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan kritik, saran, atau pesanmu untuk artikel ini. Terimakasih telah membaca!